Berawal dari isu tentang Google yang akan memasuki pasar ponsel, akhirnya Google merilis juga system operasi (OS) buatannya yang akan ikut meramaikan pasar smart phone. Android, itulah OS open source berbasis Linux yang awalnya dikembangkan oleh perusahaan Android Inc., yang kemudian dibeli oleh Google. System operasi ini diperkenalkan pertama kalinya bulan November 2007. Untuk mengembangkan OS ini, dibentuk Open Handset Alliance (OHA), konsorsium dari 50 hardware, software, dan perusahaan telekomunikasi seperti Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. OHA dibentuk untuk memajukan standar terbuka untuk perangkat selular dan memungkinkan para pengembang menulis kode yang dikelola dalam bahasa Java. Android merupakan platform perangkat mobile yang dibangun di atas kernel Linux versi 2.6.

Android dirilis di bawah lisensi Apache 2.0 dan GPLv2. Telah disebutkan sebelumnya bahwa Android adalah open source, jadi pihak pengembang dapat menciptakan aplikasi sendiri untuk digunakan oleh bermacam piranti bergerak. Dengan lisensi Apache ini, vendor bebas menambah kepemilikan ekstensi tanpa mengirimkan mereka kembali ke komunitas open source.

Fitur-fitur pada ponsel yang menggunakan OS ini diutamakan untuk penggunaan internet, sepert slogannya “Everything you love about web, now on a phone”. Misal, T-Mobile G1. Masalah virus di Android direspon oleh SMobile System yang mengklaim telah menyiapkan anti-virus untuk Android. System keamanan yang disebut SecurityShield ini berupa aplikasi terintegrasi  yang terdiri dari anti-virus, anti-spam, dan proteksi firewall.

Untuk di Indonesia sendiri, OS ini telah digunakan di beberapa ponsel seperti Motorola Milestone (Droid), HTC Magic, dan IMO S9000. Meski begitu, Android masih belum familiar di kalangan kita. Hal ini karena kurangnya dukungan informasi maupun ponsel yang mendukung. Tetapi dilihat dari penetrasi Android sekarang, bisa saja OS ini jadi pesaing kuat Symbian dan Windows Mobile. Diprediksi pasar ponsel Android mencapai 12% pada tahun 2012 nanti.

Selain untuk ponsel, kemungkinan system operasi Android ini diadaptasikan untuk netbook. Asustek Computer Inc., produsen yang memprakarsai segmen laptop mini seharga di bawah $500, berencana untuk memanfaatkan OS Android buatan Google ini. Jika terealisasikan, notebook low-cost mereka ini akan menantang dominasi OS Windows milik Microsoft di pasar netbook. “Asustek telah mengumpulkan sejumlah engineer untuk mengembangkan netbook berbasis Android,” kata Samson Hu, General Manager of the Eee PC, ASUSTeK Computer Inc., seperti VIVAnews kutip dari Bloomberg, 20 Februari 2009. “Meski begitu, Asustek belum memutuskan apakah akan terus melanjutkan proyek tersebut sampai produk tersebut selesai karena semua masih dalam tahap pengembangan,” ucapnya. Jika berhasil, notebook dengan OS ini akan memperkuat posisi Google terhadap Microsoft di pasar software untuk komputer. Kelebihan system operasi Android ini adalah lisensinya yang gratis dan dapat digunakan pada prosesor berspesifikasi rendah dan lebih murah.

Untuk mengenal lebih lanjut tentang Android atau share berbagai informasi dan teknologi tentang OS ciptaan Google ini, Anda dapat mengunjungi situs Android Indonesia di http://android-indonesia.com . Situs ini merupakan komunitas untuk Anda yang tertarik pada Android.

Sumber :