Pengujian perangkat lunak menurut Galin adalah proses formal yang dilakukan oleh tim khusus pengujian dimana suatu unit perangkat lunak, beberapa unit perangkat lunak yang terintegrasi atau paket perangkat lunak yang diperiksa secara keseluruhan dengan menjalankan program pada komputer.

Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menguji aplikasi adalah AutoIt. AutoIt adalah suatu interpreter yang freeware untuk otomasi pengujian software di Windows,  dan merupakan alternatif dari ScriptIt yang merupakan bawaan dari Windows NT. ScriptIt digunakan untuk membuat script batch yang digunakan untuk mengotomatisasi pekerjaan administrator di lingkungan Windows NT.

AutoIt merupakan software yang khusus dikembangkan untuk melakukan otomasi. Tetapi penggunaannya bisa dikembangkan untuk membuat program yang digunakan untuk melakukan pengujian software yang diotomasi, sehingga proses pengujian secara manual tidak perlu lagi dilakukan. Penguji bisa juga melakukan penjadwalan kepada komputer, untuk menjalankan file script yang berisi urutan pengujian program yang dilakukan.

Fasilitas otomasi program di lingkungan Windows NT ini sudah ada sejak 1998. AutoIt merupakan software baru beberapa tahun. Tetapi tetap dikembangkan, sedangkan ScriptIt sudah tidak dikembangkan. AutoIt awalnya ditujukan untuk keperluan “roll-out” untuk mengotomatiskan dan mengkonfigurasi ratusan PC, namun seiring jalan berkembang menjadi sebuah bahasa scripting yg mumpuni yang mendukung banyak expression, user-function, loop, dan sebagainya.

Prinsip kerja dari ScriptIt dan AutoIt sangat sederhana, hanya dengan menuliskan urutan pekerjaan pada saat melakukan uji pada suatu program.Langkah-langkah pengujiannya sebagai berikut :

  1. Jalankan aplikasi. Setelah aplikasi muncul, lakukan pemasukan data. Kemudian tekan kunci <enter> atau <tab>, terus sampai selesai. Langkah-langkah pengujian program cukup dituliskan ke dalam file teks. Tentu saja sebelumnya program aplikasi harus dijalankan, kemudian setiap langkahnya dituliskan ke dalam notepad.
  2. Setelah memiliki file yang berisi script untuk menjalankan program tersebut, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah memerintahkan AutoIt untuk menjalankan file script tersebut. Komputer langsung menjalankan semua urutan perintah tersebut.

Untuk kebutuhan proses otomasi, penguju harus dapat mengidentifikasi objek-objek yang ada dalam suatu form aplikasi. Untuk mengidentifikasi ini, ternyata sudah disediakan oleh Microsoft bersamaan dengan Visual C++-nya, yaitu program Spy++. Selain Spy++, ada juga Winspector Spy, WinInfo, dan AutoIt Windows Info.

Fitur dan kelebihan AutoIt yaitu :

  • Sintaks-nya mudah dipelajari layaknya BASIC
  • Mampu mensimulasikan keystroke dan gerakan mouse
  • Mampu memanipulasi jendela/window dan proses di Windows
  • Bisa berinteraksi dengan semua control window standar
  • Script-nya bisa di-compile menjadi bentuk executable standalone
  • Bisa digunakan untuk membuat Graphical User Interface (GUI)
  • Support dgn COM Windows
  • Regular expression
  • Bisa memanggil fungsi eksternal DLL dan function API Windows
  • Scriptable RunAs function
  • File help (.chm) yg begitu detail dan didukung forum support berbasis komunitas yg besar
  • Kompatibel dgn Windows 95/98/ME/NT4/2000/XP/2003/Vista/2008
  • Support unicode dan x64
  • Mudah mem-bypass fitur ‘digitally signed’ Windows
  • Berfungsi baik dgn fitur User Account Control (UAC) Windows Vista
  • AutoIt sudah didesain agar berukuran seminim mungkin dan stand-alone tanpa butuh file2 .dll eksternal lagi atau entry registry memungkinkan aman dipakai pada Server. Script-script nya juga bisa di-compile menjadi file executable stand-alone dengan tool Aut2Exe.

Kelemahan AutoIt :

  • Scriptnya bisa di extrak kembali melalui metode cracking
  • AutoIt adalah thread tunggal yang membuat pemrograman asynchronous, konkurensi dan paralelisme (misalnya aplikasi komunikasi ) sangat sulit

 

Sumber :